Assalamu'alaikum wr, wb,
Hari ini aku ingin uneg-uneg lagi, mengingat aku mau ngeposin komentar seorang wanita yang memasukkan Srikandhi dalam transgender (kalau dalam versi Mahabharata asli dia emang gitu). Entah mengapa karena ga berhasil jadi sebel terus aku ingin membuat analisis tentang penokohan wayang dalam persepsi sosiologisku sebagai wanita Jawa yang tahu-tahu sedikit dengan budaya lain. Yah, lagi-lagi pemikiran anehku.
Srikandhi
Karena aku cewek, maka yang pertama akan aku bahas adalah Srikandi. Srikandi yang entah mengapa kalau di wayang Jawa digambarkan sebagai wanita berwajah hitam (mungkin karena dia reinkarnasi cewek yang ditolak cintanya oleh Bisma, dia digambarkan sebagai wanita yang engga secantik istri-istri Arjuna yang lain) tapi beberapa wayang yang lain mennggambarkannya dengan tampilan yang cantik, sesuai dengan persepsi orang Jawa kalau dia cantik (ga thau deh....). Walaupun penggambaran pertamanya sangat ga sesuai dengan persepsi orang Jawa tentang bagaimana wanita yang cantik itu (kulit kuning langsat, jalannya bagai putri Solo), tapi Srikandi sering dipersepsikan wanita Indonesia masa kini sebagai wanita yang ideal, melebihi tokoh pewayangan lain, bahkan lebih populer daripada Drupadi. Coba tanya sama anak sekolah apa mereka tahu Srikandi, pasti mereka tahu lah, tapi kalu Drupadi jarang ada yang tahu.
versi moderen Srikandi (kaya valkyrie kan??)
Arjuna
Baiklah, kalau kita sudah membahas bagimana wanita ideal dalam budaya Jawa, kita akan melihat laki-laki dalm budaya Jawa. Arjuna adalah figur yang selama ini digadang-gadang sebagai perwujudan lelaki ideal dalam budaya Jawa. Ia lebih cantik dan lemah gemulai daripada wanita, pecinta wanita tapi tak takut pertapaan, dan tingkah lakunya seanggun wanita. kata ibuku tokoh Arjuna termasuk tokoh yang rumit dijelaskan dalam konsep moderen. Ia lelaki yang sangat ksatria dan sangat cantik pada saat yang bersamaan. Entah mengapa melihat kriteria di atas aku malah jadi ingat dengan Uesugi Kenshin dan Toshizo Hijikata deh, yang keduanya digambarkan seperti itu (cuma mereka bukan pecinta wanita bagaikan Arjuna). Dia sangat feminin. penggambarannya pun sangat feminin. Dia idealis, penyayang (sifat ini juga sering membuatnya ragu-ragu dalam mengeksekusi pihak Kurawa) dan lemah gemulai. Sifat inilah yang membuatnya dicintai oleh banyak wanita. yah, aku juga bakal cinta ma cowok ini kalau dia nyata lah. Cuma dia hanya ada di Mahabharata. Yang lainnya mungkin sangat tipikal Jawa, dia memahami wanita dan lembut terhadap wanita, tak terkecuali pada Srikandhi yang kurang cantik dan cewek dibanding istri-istri lainnya).
Kalau disimpulkan dari deskripsi dua tokoh pewayangan tersebut, bisa kita katakan bahwa perempuan ideal orang Jawa adalah wanita yang bisa menerima kemaskulinannya dan lelaki idealnya adalah lelaki yang tak takut menjadi seindah dan selembut wanita. Budaya ini juga membuatku membandingkan persepsi gender dalam budaya lain dengan persepsi Jawa. kalau dibandingkan budaya lain, persepsi jender dalam budaya Jawa lebih seimbang. Orang Jawa menyukai orang yang bisa menyeimbangkan elemen feminin dan maskulinnya.
So, for us, it's OK being a effeminate man as long as you are chivalrious and woman-loving man (not a transgender), and It's Ok to a masculine woman but remember your role as mother and wife.
I think I like that perception :)
Kalau disimpulkan dari deskripsi dua tokoh pewayangan tersebut, bisa kita katakan bahwa perempuan ideal orang Jawa adalah wanita yang bisa menerima kemaskulinannya dan lelaki idealnya adalah lelaki yang tak takut menjadi seindah dan selembut wanita. Budaya ini juga membuatku membandingkan persepsi gender dalam budaya lain dengan persepsi Jawa. kalau dibandingkan budaya lain, persepsi jender dalam budaya Jawa lebih seimbang. Orang Jawa menyukai orang yang bisa menyeimbangkan elemen feminin dan maskulinnya.
So, for us, it's OK being a effeminate man as long as you are chivalrious and woman-loving man (not a transgender), and It's Ok to a masculine woman but remember your role as mother and wife.
I think I like that perception :)


No comments:
Post a Comment