Assalamu'alaikum!
mari kita diskusikan semuanya dengan lebih santai. Sesuai judul postan blog saya ini, saya ingin mengajak kepada kita semua yang mengaku feminis, maskulinis atau apa lah untuk merenungi semua ini. Saya hanya seorang gadis yang menyukai sosiologi, bukan pakar, hanya orang yang iseng (weleh) dan bukan pula orang yang naif.
Kata-katanya (katanya situs ini nih) laki-laki dan perempuan memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat dunia. Katanya juga lelaki berkomunikasi didasarkan motif memenangkan pembicaraan, kalau perempuan memahami perasaan lawan bicara. Nah lo! Yah, bisa dikatakan kalau laki-laki dan perempuan punya persepsi dan paradigama tersendiri karena kita-kita ini (laki-laki dan perempuan) memiliki kuantitas sel yang berbeda. Aku juga nggak begitu ngeh, soalnya dari dulu-dulu aku cuma tahu kalau perkembangan atau proses perkembangan-lah yang membuat otak laki-laki dan perempuan berbeda. Ceritanya sih si Buku Psikologi Perkembangan jaman baheula, kalau otak manusia laki-laki (emang ada hewan laki-laki ya, Tin?) berkembang pada bagian yang memfokuskan perkembangan fisik nya, sedangkan otak perempuan memfokuskan pada perkembangan kemampuan verbal alias kemampuan berbicaranya. Makanya ga salah kalau ibu-ibu sering dibikin pusing dengan ulah anak cowok yang sibuk berkelahi atau anak perempuan yang cerewet minta disisirin rambutnya, karena itu memang kodratnya. Nah, mungkin diantara pembaca (emang ada, Tin?) bertanya, emang ada hubungannya dengan filosofi lelaki dan filosofi perempuan?
Jawabannya, ya jelas laaah!
OK, ayo kita serius! (mengerutkan dahi tanda serius). Mari kita melihat peradaban yang dibentuk oleh para lelaki di mana hegemoni budayanya dicetuskan oleh lelaki. Nggak usah jauh-jauh deh, kita lihat budayanya orang Amerika atau Jepang (bagi Anda yang suka anime, novelnya Eiji Yoshikawa atau Oshin). Budaya Amerika dan Jepang adalah budaya patriarkal murni. Dari jaman Pak George Washington menjadi presiden hingga jaman apel Washington masuk Indonesia so pasti presidennya cowok dan perempuan baru boleh memilih setelah tahun 1920. Acara MTV yang notabene diproduseri oleh orang Amerika yang dibesarkan dalam alam patriarkal selalu menampilkan imej atau visualisasi 'dominasi'. Kita melihat rapper cowok mengumpat merendahkan teman laki-lakinya atau bahkan pacarnya.Sistem kehidupan seperti sistem pernikahan. agama, sistem ekonomi, pasti ada unsur peringkatnya. Ada yang menjadi atasan dan bawahan (yang dalam paradigma Marxist kita sebut sebagai pemilik modal vs pekerja). Pokoknya filosofi lelaki adalah DOMINASI (gak usah ditebelin, dah pakai huruf kapital semua). Kalau di Jepang jaman samurai dulu dan jaman Sengoku, wanita bahkan tidak boleh keluar, boro-boro jualan di pasar seperti wanita Jawa jaman itu juga. Lelaki bahkan menganggap bahwa hubungan cinta antar lelaki lebih tinggi hakikatnya daripada cinta heteroseksual (baca ini) dan maskulinitas adalah kualitas yang sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa lelaki suka menjadi lebih tinggi atau menjadi atasan, karena itu sering melihat perempuan sebagai bawahan bahkan barang kepemilikan lelaki (kenyataan bro!). Hal ini juga terkait dengan kesukaan lelaki terhadap barang fisik, penampilan visual dan lain-lain, karenanya filosofi cowok pun ketika dewasa akan sangat terpengaruh pada tahapan perkembangan yang telah aku (atau eike..) jelaskan tadi.
Sekarang kita lihat filosofi perempuan melalui matriarki. Matriarki adalah sistem di mana semua tokoh yang memimpin adalah perempuan (ini versi wikipedia alias versi Baratnyo). ya bisa dibilang patriarki tapi semua pelaku utamanya cewek lah! Presiden sampai ketua RTnya cewek, yang punya harta warisan cewek, cewek juga boleh punya suami banyak, cewek yang cari uang, cowok di rumah masak, nyuci dan nyapu. (Wakakakaka....emang kita makhluk gila dominasi pa?). Ini adalah matriarki katanya orang-orang yang terpengaruh budaya patriarkal seperti (maaf lho... para pemikir feminis ekstrim Amazon).
Eh-eh, jangan salah... matriarki bukan seperti patriarki loh! Secara, kami bukan cowok (saya mewakili gender dan seks saya) yang suka main dominasi aja. Di dunia moderen sekarang ini, matriarki memang jarang ditemukan, tapi kita tahu bahwa teman-teman kita yang merupakan suku Minangkabau adalah contoh nyata masayarakat bersistem matriarki. Berbeda dengan imej 'matriarki' Barat (baca di versi wikipedianya, walalupun saya sangat tidak setuju dengan matriarki khayalan orang-orang Barat yang patriarkal ini), matriarki di suku Minangkabau benar-benar mencerminkan karakter perempuan yang egalitarian, non-dominasi tapi berbasis kemitraan dan juga mengidolakan tokoh ibu. Laki-laki boleh jadi laki-laki yang bebas mengelana dan menjadi dirinya sendiri sesuai karakter laki-laki yang memuja kemerdekaan jiwa. Perempuan yang biasanya rumahan, tentu saja ada di rumah, mengatur kegiatan ekonomi keluarga, dan punya hak untuk kepemilikan rumah dan warisan. Ini adalah cerminan dan contoh nyata bagaimana bila wanita dengan karakter kewanitaannya memimpin sebuah masyarakat. Untuk lebih jelasnya baca di sini atau cari di buku Antropologi untuk SMA.
Kembali ke topik utama, setelah membaca banyak membaca dan menelaah kembali, ada baiknya Anda-Anda yang feminis tapi belum tahu tentang diri Anda sendiri sebagai perempuan (bila Anda perempuan) dan masih berkutat pada utopia matriarki versi pikiran patriarkal, marilah segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar, jalan kewanitaan yang luhur mulia. Mari kita adakan pembenahan dunia kita yang 80% telah menjadi patriarkal dengan gerilya metode damai, seperti para pendiri masyarakat Matriarki. Bukannya karena kita lebih lemah, tapi karena cara damai lebih baik (dan lebih cewek gitu loh! Kita bukan laki-laki yang suka berperang demi dominasi). Tidak perlu kita ngaya membuat negara di mana semuanya cewek tokohnya. Kita bisa memulainya dari suami Anda. Cobalah bersikap lebih 'perempuan' dengan berpikir bebas, non-dominatif. Nggak usah berdebat, lelaki khan suka menang, jadi ya udah kita mengalah aja...mengalah untuk menang. Baru ketika mereka lagi klepek-klepek dengan kemenangannya, kita serang...hahahahahaha (taktik cewe banget...)
OK, silakan kalau ada yang mau berkomentar...hehehehe. Saya dah keabisan ide.
Wassalamu'alaikum :))
No comments:
Post a Comment